Posts

Berhenti

Biarkan aku tuli, ketika kamu menyebut namanya. Biarkan aku buta, ketika aku melihat kamu bersama dengannya. Biarkan aku lumpuh, ketika kamu pergi, tak ku kejar. yang perlu kamu lakukan adalah, berhenti menyebut namanya. itu bukan urusanku, tapi...ya. aku seorang pecemburu. aku tidak tahu masa lalumu dengan dia berjalan seperti apa, kalian menghabiskan waktu dimana, itu bukanlah urusanku sama sekali. Biarlah aku tak tahu apa-apa tentang kalian. Buat aku tak ingin tahu ada apa dengan kalian. Aku disini tak ingin mengupas luka lama, atau menjadi pecemburu yang berlebih. Aku hanyalah seorang perempuan baru yang hadir di hidupmu. Yang tak tahu masa lalu mu, bahkan tak peduli. Aku bukan seorang yang ingin diajak kesana kemari. Bahkan sekedar bertemu sebentar pun rasanya bak tak makan makanan mahal selama lima tahun. Jadi, berhenti untuk menyebut namanya. Karna aku ingin rasanya, merasakan namaku disebut olehmu. Walaupun hanya sekedar menanyakan, "Kemana dia? Tumben tidak...

Desember 2017

Bertemu lagi dengan januari aku harap bibir ini tak kunjung berhenti untuk berseri. Semoga laki-laki tak terus menerus menyakiti hati ini. Bulan akhir ditahun 2017 kemarin adalah salah satu cerita yang menamparku sangat keras. Dia; yang dulu pernah aku tinggal, ia kembali dengan wajah sumringah itu. Masa laluku kembali. Akhirnya aku bisa berdamai dengan masa lalu, denganmu. Katamu. Tepat saat kamu berulang tahun, aku tak lupa mengirim selamat atas umurmu yang berkurang. Akupun tak pernah berharap apapun setelah kejadian meninggalkanmu itu terjadi. Hanya tahu bahwa ada perempuan yang sudah aku anggap adik itu dekat denganmu. Sekiranya aku hanya bisa berharap yang terbaik. Tak lama, kalian berpisah. Dan tak lama, kita kembali menjalani yang pernah kita jalani kala itu. Aku jatuh cinta untuk kedua kalinya. Tak habis fikir, kamu bisa membuatku merasa bahagia lagi seperti kala itu. Atmosfir nyaman itu kembali dibuat oleh mu, oleh kita. Menghabiskan malam sampai kamu bukan men...

Dirimu.

Mungkin sekarang, kamu tidak akan menganggap aku ada, karna salah yang pernah aku buat waktu lalu. Dan aku pun tidak akan pernah menganggap dirimu ada, karna salah yang pernah dirimu waktu lalu. Dipikir-pikir, salah yang aku perbuat tak seberapa. Hanya sekedar lupa mengirimi kabar jika aku sedang bersantai di warung kopi dekat rumah. Yang aku lakukan hanya menjadi air dikala dirimu marah karna sikapku yang ceroboh. Disaat dirimu membuat kesalahan, apa aku pernah marah? T I D A K. Disaat dirimu tidak membalas pesan, apa aku pernah marah? T I D A K. Yang kamu lakukan adalah: berbalik marah dan tidak membalas pesan. Akhirnya?? aku lagi yang harus disalahkan. Sebenarnya, aku benar-benar salah gak, sih?? Apa ini hanya sebuah ego yang dirimu salurkan kepadaku? Disaat ada nama perempuan lain di kotak masuk, apa aku pernah marah? Persetan, akupun tidak peduli. Walaupun kita sudah berpisah seperti orang yang tidak pernah mengenal, masih kah dirimu rindu? masih kah ...

Menunggu.

Menunggumu adalah hal yang selalu aku lakukan.  Disaat rindu melanda,  aku siap menunggu kabar darimu.  Tapi kabar itu tak kunjung datang.  Dimanakah dirimu berada?  Kau hilang bak ditelan bumi,  tak ada kabar.  Diri ini tak kuasa menahan rindu,  diri ini tak kuasa menahan sendu,  diri ini tak kuasa membendung rasa yang begitu membelenggu.  Padahal, perasaan ini, tak kunjung dibalas oleh mu. Rasa rindu sepihak.  Ya, mungkin itu adalah jawaban dari semua yang telah aku jalani.  Dengan perasaan dan pikiran kalut,  aku mencoba untuk tak memikirkan mu lagi. Aku mencoba untuk tidak mencari, menangisimu dimalam hari hanya karna rindu yang kian menyeruak.  Handphone ku berdering,  tanda notifikasi darimu.  Akhirnya, dirimu tak lupa dengan keberadaan ku didunia ini.  Hari jumat telah tiba dimana kita harus bertemu,  walaupun firasatku tak akan datang,  setidaknya diri ini pe...

Hujan.

Hujan yang aku rindukan,  kini telah datang.  aku tak tahu mengapa,   aku merindu diatas aspal yang basah karna hujan.  mungkin aku terlalu merakyat,  atau memang aku terlalu rindu akan hujan.  layaknya rindu kepadanya yang tak tersalurkan.  Rasanya mungkin tak sesakit biasanya,  tapi untuk kali ini memang sudah tak terasa lagi.  akhirnya aku mengerti mengapa aku merindu hujan, dan menanti senja.  alasannya banyak, tetapi ini yang paling aku suka;  Mereka indah, dan mereka syahdu.  Aku memang bisa menikmatimu lama,  tetapi hanya hujan dan senja lah yang setia kepadaku.  Mereka tak berkhianat dengan perasaannya;  tak seperti dirimu yang harus membohongi perasaan.

Kembali.

Aku cari kamu, di antara lebatnya ilalang tak sadar, kamu hilang di telan kenangan hilang, tak berbekas hilang, tak bernyawa. Tak sadar, kau berubah menjadi seorang yang tak aku tahu apa jenis kopi kesukaannya menjadi seorang yang tak tahu arah pulang menjadi seorang yang tak tahu kapan kembali mencintaiku. Malam ini terulang kembali dimana aku masih mengharapkan dirimu yang akan menoleh lagi kembali sambil berseri mungkin, ini bukan yang aku harapkan lagi. Ternyata, ada yang dirimu sukai selain diri ini dimana kamu tak pamit, bahkan tak membawa semua barang-barang mu dimana aku hanya bisa menatap nanar akan barang-barang mu yang aku harapkan hanya satu, berharap kamu akan kembali.