Dirimu.

Mungkin sekarang, kamu tidak akan menganggap aku ada,
karna salah yang pernah aku buat waktu lalu.
Dan aku pun tidak akan pernah menganggap dirimu ada,
karna salah yang pernah dirimu waktu lalu.

Dipikir-pikir, salah yang aku perbuat tak seberapa.
Hanya sekedar lupa mengirimi kabar jika aku sedang bersantai di warung kopi dekat rumah.
Yang aku lakukan hanya menjadi air dikala dirimu marah
karna sikapku yang ceroboh.

Disaat dirimu membuat kesalahan,
apa aku pernah marah?
T I D A K.
Disaat dirimu tidak membalas pesan,
apa aku pernah marah?
T I D A K.
Yang kamu lakukan adalah:
berbalik marah dan tidak membalas pesan.

Akhirnya??
aku lagi yang harus disalahkan.
Sebenarnya, aku benar-benar salah gak, sih??
Apa ini hanya sebuah ego yang dirimu salurkan kepadaku?

Disaat ada nama perempuan lain di kotak masuk,
apa aku pernah marah?
Persetan, akupun tidak peduli.

Walaupun kita sudah berpisah seperti orang yang tidak pernah mengenal,
masih kah dirimu rindu?
masih kah dirimu berfikir tentangku?

Comments

Popular posts from this blog

Kembali.

Hujan.